Terkait Nuklir, Indonesia Harus Belajar Banyak dari Jepang

Laporan:

Jepang, Kabar3.com, - Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi menerangkan jika Indonesia harus belajar dari industri energi nuklir yang berada di Jepang. Oleh karena itu, menurutnya  kedepan harus ada opsi kilang minyak, smelter tambang dan industri hilir, industri pariwisata, industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan industri manufaktur bisa memakai listrik dari PLTN. 

"Kini teknologi PLTN terus berkembang menghadapi tantangan alam berupa gempa dan tsunami serta tuntutan efisiensi dan biaya serta keinginan dunia akan energi yang bersih. Saya baru habis dari Jepang, diundang oleh Pemerintah Jepang ( METI) bersama Rektor UI, ITB, UGM, ITS, UNDIP, IPB, ahli - ahli nuklir dan Tokoh Masyarakat,"ujarnya pada kabar3.com melalui pesan singkatnya

Selain itu ia juga menjelaskan bahawa, mengunjungi PLTN Fukushima Daiichi yang rusak akibat tsunami, PLTN Fukushima Daini, dan beberapa PLTN yang lain, termasuk Mitsubishi Heavy Industries di Kobe.

Pada faktanya ada beberapa pelajaran dari kunjungan ini. Seperti pada nusibah PLTN Fukushima tahun 2011 bukan karena gempa tapi kerena tsunami. PLTN didesain mampu bertahan dari goncangan gempa diatas 9 SR. PLTN  yang dekat dengan PLTN Fukushima tapi dengan serangan tsunami yang tidak sebesar Fukushima, mampu bertahan beroperasi.

Lalu, dampak dari musibah Fukushima Pemerintah Jepang menutup semua 42 PLTNnya termasuk yang tidak terkena gempa dan tsunami. Pemerintah membuat aturan baru dg mewajibkan membangun infrastruktur pengaman yg menjamin zero accident. 

Berita Terkait

Leave a reply