Pangudi Luhur Tidak Larut dan Terbawah Arus Politik

Oleh:

Secara etika juga tidak boleh terbawa dalam arus sektarian yang berorientasi mainstream politik umat Nasrani (Katolik) yang sangat eksklusif sebagaimana yang ditunjukkan politik Katolik saat ini.

Kenapa eksklusif? karena baru minggu lalu saya ikut acara 100 tahun politik Katolik Indonesia (I.J. Kasimo) di Aula Gereja Katedral Jakarta, undangan yang datang dari luar Katolik cuma 1 orang yaitu Marwan Jafar (PKB), miris dan sedih, padahal dihadiri Ketua KWI.

Sedangkan saya yang Katolik sendiri (Alumni PMKRI, Pemuda Katolik dll) yang berbeda padangan politik dengan mayoritas umat Katolik bisa menjadi Ketua Tim Pembela Habib Rizieq, Ulama, Umat Islam bahwa bisa berdiri di podium di tengah 13 juta Umat Islam Indonesia di Monas, artinya kita eksklusif ditengah mayoritas masyarakat yang moderat dan inklusif.

Semoga Alumni Pengudi Luhur tidak berfikir eksklusif seperti di ata karena jika sangat eksklusif sama saja dengan mematikan animo masyarakat umum untuk daftar di sekolah Katolik ini.

Kenyataan menunjukkan bahwa Sekolah Elit dan Katolik masih saja mengalami kesulitan untuk mendapatkan siswa dalam jumlah yang besar.

Leave a reply