Indonesia Membutuhkan PLTN, guna Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi dan Industrialisasi

Laporan:

Lombok, Kabar3.com - Ketua Kaukus Nuklir Parlemen, Kurtubi, menilai jika dari Debat Capres tanggal 17 Februari 2019 kemarin, Kedua pemimpin setuju dengan pembangunan infrastruktur, namun ada beberapa sedikit berbeda didalam strategi penerapannya.

Menurutnya, Kedepan bangsa Indonesia membutuhka. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)  yang merupakan sumber energi bersih, stabil 24 jam, aman dan cost yang kompetitif karena lebih murah.

"Menurut saya, didalam jangka panjang PLTN kita butuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lewat  Industrialisasi 4.0 yang dipercepat menuju negara industri maju. Meski kedua Tokoh Bangsa belum menyinggung soal PLTN didalam acara debat kemarin yang bertajuk Energi, Infrastruktur, Pangan, Lingkungan Hidup dan SDA,"ujarnya pada kabar3.com melalui pesan singkatnya.

Selain itu ia juga menerangkan bahwa,  Komisi VII DPR RI saat ini sedang menyusun RUU EBT (Energi Baru Terbarukan) dimana nuklir termasuk didalamnya dan PLTN dengan teknologi generasi IV sudah jauh lebih aman dari PLTN  yang pernah mengalami musibah seperti, PLTN Chernobyl (PLTN Generasi I) dan PLTN Fukushima (PLTN Geberasi II) dan dari segi biaya sudah jauh lebih murah. 

"Saat ini income per capita kita sekitar $3.800/capita dengan total kapasitas pembangkit listrik kita hanya sekitar 62.000 MW dengan konsumsi listrik per capita yg masih rendah sekitar 1060 kwh/capita. Untuk perbandingan, konsumsi listrik percapita kita saat ini hanya sekitar 1/4 nya Malaysia dan hanya 1/8 nya Singapura,"jelasnya

Berita Terkait

Leave a reply