Diduga Konspirasi Terkait Pemalsuan Surat Tanah di Desa Sumber Rejo, Kepala BPN Lampung Timur Mangara Manurung Diminta Dicopot!


“Copot kepala BPN Lampung Timur, konspirasi dengan mafia tanah,” “ teriak dan banner aksi di depan kantor BPN, Lampung Timur, Selasa Kemarin

Selama dua kali aksi massa dengan kepentingan yang sama untuk objek tanah yang berbeda, berunjuk rasa masih mempertanyakan seputar kekacauan hukum yang ditabrak oleh Mangara Manurung dan Pihak terkait, yakni pembayaran mengabaikan kesepakatan pengadilan, dan dugaan rekayasa surat berkonspirasi.


Seperti diketahui, Mangara merupakan pimpinan kepanitiaan pengadaan tanah peruntukan bendungan Gerak Jabung Lampung Timur. Menyangkut peraturan terkait kepanitiaan diatur sesuai Pasal 49  Peraturan Presiden (PP) Nomor 148 Tahun 2015 Tentang  Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaran Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Dijelaskan, susunan keanggotaan pelaksanaan Pengadaan Tanah sesuai Pasal 49 ayat (1) PP Nomor 148 Tahun 2015, ditetapkan oleh Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah dengan unsur paling kurang 5 (lima) unsur yakni 1. Pejabat yang membidangi urusan Pengadaan Tanah di lingkungan Kantor Wilayah BPN, 2. Kepala Kantor Pertanahan setempat pada lokasi Pengadaan Tanah, 3. Pejabat SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PROVINSI yang membidangi urusan pertanahan, 4. Camat setempat pada lokasi Pengadaan Tanah; dan 5. Lurah/Kepala Desa atau nama lain pada lokasi Pengadaan Tanah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Lampung, Bambang Hendrawan saat ditemui di kantornya, Selasa (12/3/2019) sekitar pukul 13.00 WIB mengatakan segera menindaklanjuti keluhan korban seperti Suwardi Ibrahim dan masyarakat lainnya.

Berita Terkait

Leave a reply