Terkait Kasus Tanah Desa Sumber Rejo, Kepala Kantor Wilayah BPN Lampung: Dana Tidak Dapat Dicairkan Ketika Ada Masalah Hukum.

Lampung, Kabar3.com - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Timur, Mangara Manurung, warga Kelurahan Sukarame, Kota Bandar Lampung menjadi sorotan. Pasalnya Mangara dianggap tidak dapat disentuh hukum meski beberapa kali unjuk rasa. Mangara tanpa penjelasan tidak menggubris keluhan masyarakat dan termasuk langkah-langkah penegak hukum yang sudah menemukan bukti palsu surat yang divalidasi Mangara. Pelakunyapun sudah sudah ditemukan dan ditetapkan tersangka.

Pada kasus yang ada, Mangara diduga sebagai kolega mafia tanah. Bannar besar-besar telah ditancap di depan gedung kantor BPN Lampung Timur, namun kepala BPN ini dinilai siap badai hukum karena diduga di back up orang kuat.

“Saya menyebut Dia ‘si orang kuat’, dengan berbagai alasan,” ujar David Sihombing kuasa hukum salah satu korban pemilik tanah

David Sihombing menjelaskan, alasannya menyebut Kepala BPN Mangara manurung ‘si orang kuat’ karena berbagai dugaan bukti kuat, diantaranya sudah terdapat kesepakatan sidang pada pengadilan Negeri Sukadana, Lampung Timur antara Suwardi Ibrahim dengan 7 (tujuh) orang tergugat mengakui pemilik tanah ialah Suwardi Ibrahim, akan tetapi masih ditabrak Mangara dengan mencairkan uang kepada yang tidak berhak, yakni ke salah satu pihak tanpa jejak kepada Pihak Suwardi Ibrahim tanggal 11 Desember 2018.

“Dia bisa dikatakan telah menggerus marwah persidangan, karena hasil acara sidang itu sakral dan bukti sempurna, di depan hakim, tapi masih lolos untuk Mangara, ajaib,” uangkap David

Berita Terkait

Leave a reply