Demi Efisiensi dan Lahirnya Pusat Pertumbuan Ekonomi, Smelter Harus Berpusat DI NTB

Laporan:

Dalam hal ini sudah ada kerjasama antara freeport dengan PT Aman Mineral untuk membangun Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat. Pemda Sumbawa Barat dan PT AMAN sudah nenyiapkan lahan sekitar 1000 Ha yang berupa tanah asli (bukan tanah reklamasi) serta berikut Pelabuhan lhusus produk tambang di Teluk Benete dan membangun smelter di atas tanah asli dan pelabuhan sudah tersedia, dan jelas lebih murah biayanya.

Ketua Kaukus nuklir parlemen ini juga menjelaskan jika Freeport membangun smelter bergabung dengan PT AMAN di Sumbawa Barat, maka smelter akan berkapasitas besar, sehingga industri hilir ikutannya akan bisa lebih besar sehingga efisien, Lalu Industri ikutan yang memanfaatkan output smelter ini bisa berupa pabrik kabel listrik, pabrik semen, pabrik petrokimia maupun yang lainnya, Sehingga akan bisa melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTB.

Pada faktanya jika smelter Freeport dibangun di Kabupaten Sumbawa Barat, akan sejalan dengan Kebijakan Presiden untuk memperkecil kesenjangan antara Jawa dan Luar Jawa dan terlebih NTB, yanghingga saat ini masih termasuk salah satu dari sepuluh Daerah Termiskin di Indonesia. Padahal Tambang Tembaga yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat

PT Newmont kemudian menjadi PT Aman Mineral sejak sekitar  tahun 2000 sudah membayar Pajak dan Royalti dan yang lainnya ke Pemerintah sekitar $8 milyar atau sekitar Rp100 Trilyun. 

"Politis asli sasak ini juga menerakan jika dana yang kembali ke NTB relatif sangat kecil, sekitar 5% dan Sudah waktunya Pemerintah Pusat mendorong dan mendukung untuk lahirnya Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Tambang di NTB dengan mengevaluasi kenbali dan memutuskan supaya Freeport Menbangun Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat, bukan di Gersik. Selagi belum terlambat mengingat progress persiapan di Gersik baru hanya sekitar 3.8%,"pungkasnya.


Berita Terkait

Leave a reply