Memanfaatkan Kemajuan Teknologi Energi Nuklir untuk Mempercepat Pembangunan

Laporan:

Dalam hal ini, ada sekitar 10 Sarjana S1 Nuklir Indonesia sedang kuliah Pascasarjana di Tsinghua University Beijing, Perguruan Tinggi dengan Program Teknologi Nuklir terbaik di China dan no.15 terbaik didunia. Kelihatan sekali China sedang konsentrasi membangun negaranya menjadi negara in dustri maju. 

Politisi asli Sasak ini juga menerangkan jika, ingin segera menyamai Amerika. Total Pembangkit Listrik di China sekitar 1200 Giga Watt. Di Indonesia sendiri hanya punya total pembangkit sekitar 62 Giga Watt. Infrastruktur jalannya yang bagus, KA Super cepat buatan sendiri dan yang lainnya. 

"Kita juga ingin menjadi Negar Industri Maju dengan tingkat kemakmuran rakyat yang tinggi. Ini tidak mungkin tercapai tanpa didukung kemampuan supply listrik yang besar untuk terjadinya Industrialisasi,"tegasnya.

Dalam hal ini, Termasuk mendorong lahirnya Industri berbasis tambang yang mengintegrasikan tambang di hulu dengan industri hilir dari produk tambang. Hal Ini membutuhkan kemampuan supply listrik yang besar.

"Sudah waktunya bangsa kita Menghentikan ketakutan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir. Teknologi PLTN kini sudah jauh lebih aman dan lebih murah, bahkan listrik dari PLTN SMR sudah lebih murah dari listrik batubara PLTU. Selain itu, PLTN jauh lebih bersih, nyaris zero CO2, NOx, SOx dan debu,"pungkasnya.

Berita Terkait

Leave a reply