Sebanyak 21 Negara Ikuti Tiga Kejuaraan Internasional PB Perbakin

Laporan:

Sedangkan untuk SEASA, diungkapkannya,  seharusnya digelar di Thaiwan. Tetapi karena Ketum (Joni Supriyanto) ini sangat semangat untuk memajukan Perbakin, semakin dikenal masyarakat Asia dan dunia, maka berusaha dengan kerja keras, intens, akhirnya kita diberikan kesempatan menggelar SEASA. Yang tadinya hanya diikuti sekitar delapan negara, sekarang diikuti banyak negara. Ini suatu perkembangan yang luar biasa. Dengan demikian, kita berjarap atlet kita begitu antusias, dan bisa memanfaatkan peluang untuk memacu diri lebih baik,” tuturnya.

Selain itu, Siswanto juga menjelaskan terkait kebutuhan pelatih asing guna meningkatkan kualitas para atlet. Terlebih, Indonesia kekurangan pelatih lokal yang bersertifikat internasional. Padahal, kebutuhan pelatih berkualitas sangat penting. Pelatih yang didatangkan dari luar negeri dengan tugas mengantarkan atlet Indonesia meraih gelar juara dunia. Sehingga nantinya, kejayaan olahraga tembak bisa terwujud.

Menurutnya juga, olahraga menembak merupakan salah satu cabang yang menjadi andalan Indonesia dalam ajang kejuaraan nasional dan internasional, sehingga diperlukan saran masukan yang membangun dari semua pihak demi kemajuan Perbakin. 

“Termasuk, kita disuruh Pak Ketum untuk mencari pelatih asing terbaik, dan kita sudah dapat. Satu untuk nomor Pistol, yakni berasal dari Bulgaria dan Air Rifle dari Iran. Semua ini yang puncaknya untuk SEA Games,” jabarnya.

“Sekali pun untuk SEA Games ini kita hanya punya waktu enam bulan, kita harap ada perbaikan dengan pelatih asing. Kita harap untuk tahun depan, pelatih bisa bagus dan ada kemajuan, maka akan kita kontrak. Di SEASA, itu hanya tiga orang, tapi Pak Ketum meminta adanya terobosan baru mengandalkan Indonesia Open. Ini sifatnya perorangan, negara manapun boleh ikut. Harapan Ketum sangat kuat sekali, kami ini sebagai stafnya juga berusaha keras menciptakann keinginan Ketum agar atlet Indonesia lebih baik lagi.” 

Leave a reply